
“Tuhan tolong… tolong aku.. Jatuh cinta pada adik si Axel bangsat…” bukan berhenti, Pip makin sengaja. Ia melangkah lebih cepat hingga langkahnya menyetarai Diza.
“Sini pala lu gua gonjreng” Diza merangkul tubuh yang jauh lebih tinggi darinya. Juga ia berjinjit sementara Pip menunduk. Axel memperhatikan dari belakang.