“Selamat malam” sudah diulang ketiga kalinya. Dan jika Aceng berdehem lagi, Hera berjanji akan mencium pipi kiri pria itu sebelum benar-benar menutup pintu.

Namun tidak seperti itu. Hera mundur satu langkah, namun geraknya terhenti saat Aceng menyerobot maju lebih dulu. Pria itu meraih pinggang yang tak lebih besar dari telapak tangannya, lantas menarik Hera lebih memepet. Tubuh Hera menempel sempurna.

Di depan pintu itu jadi saksi bagaimana pria itu menempelkan bibirnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *